ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Lantik Dua Kades PAW, Bupati Sikka Sebut Jadi Kepala Desa Tidaklah Mudah

Kamis , 17 Desember 2020 | 00:30
Lantik Dua Kades PAW, Bupati Sikka Sebut Jadi Kepala Desa Tidaklah Mudah
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, melantik dua Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) di lingkup Pemerintah Kecamatan Talibura yakni Kepala Desa Nebe, Markus Mada dan Kepala Desa Bangkoor, Robertus R. Ropon Lewuk. (Foto: Istimewa)

MAUMERE, ARAHDESA.COM - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, melantik dua Kepala Desa yang merupakan Pergantian Antar Waktu (PAW) yakni Kepala Desa Nebe, Markus Mada dan juga Kepala Desa Bangkoor, Robertus R. Ropon Lewuk  pada Rabu(16/12/2020), bertempat di Aula Paroki Maria Bintang Laut, Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Bupati Robi Idong mengatakan, kedua Kepala Desa yang dilantik hari ini merupakan Kepala Desa PAW, dimana dua Kepala Desa sebelumnya, yaitu Kepala Desa Bangkoor, Asimundus Abdon meninggal dunia. Sedangkan, lanjutnya, Kepala Desa Nebe, Paulus Yohakim mengundurkan diri terkait kasus asusila yang dilakukannya.

"Untuk itu, kedua yubilaris yang baru dilantik ini, akan melanjutkan tanggung jawab besar. Dan, tentu ini tidaklah muda," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagai Kepala Desa PAW, harus mengikuti perkembangan sejak awal perjuangan dengan memaknai tuntutan dan memahami perkembangan dari awal sejarah. Perjuangan dan masukan konsep nantinya, kata Dia, harus mampu memahami tuntutan kebutuhan masyarakat demi menggenapi dua tahun kepemimpinan yaitu Periode 2020 hingga 2022 nantinya.

"Memang itu sangat singkat, tapi harus mampu meyakinkan dan memuaskan masyarakat. Jadi Kepala Desa PAW harus menunjukan kinerja yang baik di desa itu. Harus kerja keras dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat demi mengikuti setiap kegiatan pembangunan, pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan," terangnya.

Menurutnya, menjadi seorang Kepala Desa tidaklah muda, harus bisa belajar dari pengalaman dan melihat lingkungan dengan cara yang eksternal. Seorang Kepala Desa juga, lanjutnya, harus mampu membangun komunikasi dan kemitraan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan juga para pendamping desa.

Baginya, semua ini harus dilakukan seorang Kepala Desa sehingga bisa membangun koordinasi dengan semua elemen masyarakat di desa tersebut agar bisa mengatasi persoalan dan kesulitan yang dialaminya nanti.

"Kepala Desa harus selalu perhatikan apa yang menjadi hak-hak dasar masyarakat. Jangan sudah dilantik mengganggap diri paling tinggi, atau awalnya baik, akhirnya buruk. Itu tidak boleh dilakukan," tegasnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, melantik dua Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) di lingkup Pemerintah Kecamatan Talibura yakni Kepala Desa Nebe, Markus Mada dan Kepala Desa Bangkoor, Robertus R. Ropon Lewuk.

Laporan: Yeremias Y. Sere

Editor : Farida Denura
KOMENTAR