ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Desa Memiliki Potensi Besar untuk Sektor Perbankan

Senin , 30 September 2019 | 22:31
Desa Memiliki Potensi Besar untuk Sektor Perbankan
Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo memberikan sambutan sekaligus menyaksikan penandatanganan MoU antara kemendes PDTT dengan bank mandiri dalam agenda Signing PKS Layanan dan jasa Perbankan antara Kementerian Desa PDTT dengan Bank Mandiri di Kantor kementrian desa PDTT Kalibata Jakarta (30/09/2019). (Foto Dody/kemendesa PDTT)

JAKARTA, ARAHDESA.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, desa memiliki potensi besar untuk sektor perbankan. Menurutnya, rata-rata konglomerat dan klien besar perbankan berasal dari pengusaha pascapanen perdesaan.

Hal tersebut dikatakan saat memberikan sambutan pada penandatanganan nota kesepahaman terkait perjanjian kerjasama layanan dan jasa perbankan antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan PT Bank Mandiri Tbk di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Senin (30/9/2019).

“Orang suka underestimate (meremehkan) desa. Padahal kalau diperhatikan, semua konglomerat di Indonesia mulanya adalah pengusaha pascapanen di desa-desa. Dan seluruh konglomerat di negara berkembang di dunia, itu berasal dari pengusaha pascapanen di desa, yang usahanya berkembang dan berkembang menjadi lebih besar lagi,” ujarnya.

Menurutnya, potensi perbankan juga didukung oleh adanya program dana desa, program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), dan berbagai program bantuan dari bank dunia serta lembaga-lembaga internasional lainnya. Berbagai program dan bantuan tersebut menurutnya, telah membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan di desa.

“Jadi opportunity di desa besar, termasuk Bank Mandiri, karena ada dana desa, ada Prukades,” ujarnya.

Eko mengatakan, pendapatan per kapita di desa dalam empat tahun terkahir selalu mengalami peningkatan, yakni Rp 572 ribu perbulan pada tahun 2014 menjadi Rp 804 ribu perbulan pada tahun 2018. Jika peningkatan tersebut dipertahankan, lanjutnya, maka tujuh tahun ke depan pendapatan per kapita desa akan mencapai lebih dari Rp 2 juta perbulan.

“Apa artinya Rp2 juta? Sekarang penduduk desa ada 130 juta, 5-7 tahun lagi mungkin bisa mencapai 150 juta penduduk. 150 juta kalau dikali Rp2 juta perbulan, desa akan punya pendapatan Rp300 Triliun perbulan, yang akan menciptakan consumption power (daya konsumsi) Rp1.500 Triliun per bulan atau Rp18.000 Triliun per tahun. Jadi jangan underestimate desa, peluangnya lebih besar,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmodjo mengakui besarnya potensi desa. Menurutnya, pertumbuhan perdesaan yang semakin meningkat memberikan kesempatan kepada PT Bank Mandiri Tbk baik dari sisi layanan perbankan maupun sisi pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

“Kami mengapresiasi dan berterimakasih atas kepercayaan Kementerian Desa yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR