ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Mengintip Surga Wisata Alam di ‘Bumie Pat Petulai’

Jumat , 25 Maret 2022 | 23:35
Mengintip Surga Wisata Alam di ‘Bumie Pat Petulai’
Sejumlah lokasi wisata alam terdapat di daerah yang berjuluk bumie pat petulai tersebut mulai dari air terjun, pemandian air panas, hutan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sungai dan gunung api. (Mongabay)
POPULER

REJANG LEBONG, ARAHDESA.COM - Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang dimiliki Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, selain sektor pertanian dengan produk utama kopi, aren dan aneka sayurannya.

Sejumlah lokasi wisata alam terdapat di daerah yang berjuluk "bumie pat petulai" tersebut mulai dari air terjun, pemandian air panas, hutan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sungai dan gunung api.

Semua potensi wisata ini masih natural dan belum mengalami perubahan sehingga jika pengunjung mendatangi lokasi-lokasi wisata yang ada ini akan merasa nyaman dan tenang. Para pengunjung akan merasakan sensasi alam dari sejuknya hawa pengunungan atau hutan yang masih asri, gemericik air sungai atau dentuman bunyi air terjun yang jatuh menimpa bebatuan.

Pengembangan sektor pariwisata tersebut dalam visi misi ketujuh dari sembilan macam rencana pembangunan pasangan itu, berupa mewujudkan pembangunan kawasan berbasis potensi lokal (pertanian dan pariwisata), kemudian ekonomi kreatif untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Adapun penjabaran dari visi misi pasangan ini ialah menjadikan Kabupaten Rejang Lebong sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Bengkulu, di mana selain memiliki sejumlah obyek wisata potensial juga memiliki berbagai komoditas unggulan seperti kopi, gula, aren dan tanaman hortikultura lainnya.

Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi  menyatakan, untuk mengembangkan dunia pariwisata Kabupaten Rejang Lebong harus dilaksanakan secara holistik dengan mempertimbangkan seluruh aspek pendukung seperti sarana dan prasarana pariwisata yang berkualitas, pelaku usaha wisata yang berkompeten dan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan.

"Untuk mewujudkan sembilan visi misi ini tentunya tidak bisa dilaksanakan secara cepat tergantung dengan ketersediaan anggaran daerah, untuk itu kami memohon dukungan dari semua pihak sehingga bisa mewujudkan program pembangunan ini menuju Rejang Lebong yang lebih baik," ungkapnya.

Dirinya juga meminta kalangan dinas/instansi terkait di Kabupaten Rejang Lebong untuk membantu mencari anggaran ke pemerintah pusat atau provinsi bahkan kepada pihak swasta yang bisa membantu pengembangan potensi pariwisata yang dimiliki daerah itu, karena jika mengandalkan dana APBD setempat jumlahnya sangat terbatas.

Wisata Favorit

Sejumlah lokasi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Rejang Lebong saat ini telah menjadi tujuan wisata favorit diantaranya Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang yang berjarak sekitar 15 KM dari Kota Curup, ibu kota Rejang Lebong. 

Di tempat ini para wisatawan selain bisa naik ke puncak Gunung Api Bukit Kaba yang memiliki ketinggian 1.952 Mdpl pengunjung bisa berkemah dan memandang kawah maupun pemukiman penduduk yang dipenuhi hamparan perkebunan sayuran milik warga setempat.

Sedangkan yang lainnya ialah Pemandian Suban Air Panas di Kecamatan Curup Timur, para pengunjung yang datang ke sini bisa berendam di kolam-kolam air hangat yang telah disiapkan pengelola serta menikmati air terjun serta keindahan alam yang masih asri.

Kolam air hangat yang ada di Pemandian Suban Air Panas ini airnya berasal dari perut bumi dan Gunung Api Bukit Kaba, setiap hari libur selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah seperti Kota Bengkulu, sejumlah daerah di Provinsi Sumsel, Jambi dan lainnya.

Lokasi wisata alam lainnya yang ada di Kabupaten Rejang Lebong ialah Air Terjun Batu Betiang yang berada di dalam kawasan TNKS Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya. Lokasi wisata ini baru dibuka pada 2018 lalu dan kini masih dalam pengembangan namun setiap hari libur banyak didatangi wisatawan.

Untuk datang ke tempat wisata alam unik ini membutuhkan stamina yang cukup mengingat untuk menjangkaunya pengunjung harus berjalan kaki masuk hutan TNKS hingga beberapa kilometer karena akses jalannya masih berupa jalan tanah.

Kemudian di kawasan TNKS Kecamatan Bermani Ulu Raya ini tepatnya di Desa Pal VIII juga terdapat obyek wisata Hutan Madapi yang diambil dari nama-nama pohon yang tumbuh di dalamnya yakni Mahoni, Damar dan Pinus dengan luasan lebih dari 212 hektare.

Hutan Madapi itu sendiri lokasi wisata alam yang cocok untuk mereka yang hoby melakukan berkemah, selain memiliki vegetasi tiga jenis tanaman kayu juga merupakan habitat flora lainnya seperti bunga kibut atau bunga bangkai, berbagai jenis anggrek, kemiri, kayu rukam, dedap, bayur dan lainnya. Sedangkan untuk faunanya berupa siamang, kera ekor panjang, babi hutan, rangkong, elang dan berbagai jenis burung lainnya.

Obyek wisata lainnya yang tidak kalah menarik ialah Danau Mas Harun Bestari (DMHB) di Kecamatan Selupu Rejang. Kawasan danau seluas hampir 5 KM ini berada di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumsel.

Terbaru lokasi wisata alam yang ada di Kabupaten Rejang Lebong adalah Air Terjun Tri Sakti di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi yang memiliki ketinggian mencapai 86 meter dan air yang mengalir dari perut bumi ini bukan hanya berupa air dingin tetapi juga air hangat, serta pemandangan alam khas pedesaan.

Desa Wisata

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto menyebutkan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah itu membutuhkan anggaran yang cukup besar terutama untuk membangun akses transportasi karena berada di pegunungan atau jauh di dalam hutan sehingga sulit dijangkau.

Untuk mengembangkan potensi wisata ini pihaknya sejak 2019 hingga 2021 lalu telah membentuk 23 desa wisata yang diharapkan bisa mengelola potensi wisata yang ada di masing-masing desa sehingga bisa menjadi tujuan wisata yang menarik.

"Berbagai upaya untuk membangkitkan kembali desa wisata ini telah dilakukan pemerintah diantaranya dengan mengadakan anugerah desa wisata baik tingkat nasional maupun tingkat provinsi, kemudian melakukan pembinaan dan pendampingan agar desa wisata ini bisa kembali bergeliat," katanya.

Upaya lainnya adalah menjalin kerja sama dengan Disnakertrans Rejang Lebong guna mempromosikan desa wisata yang ada di daerah itu karena keberadaannya secara tidak langsung telah menciptakan lapangan pekerjaan sehingga bisa dilakukan kolaborasi dengan para pengusaha lainnya.

Selain itu pihaknya pada tahun ini kembali akan mengirimkan beberapa desa wisata yang ada guna mengikuti anugerah wisata tingkat Provinsi Bengkulu, di mana pada anugerah desa wisata 2021 keluar sebagai juara pertama Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi.

"Untuk Desa Belitar Seberang tahun ini tidak bisa lagi ikuti anugerah desa wisata tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2022, dan ditargetkan bisa masuk 50 besar dari sebelumnya 100 besar pada anugerah desa wisata tingkat nasional," terangnya.

Pembentukan desa wisata tersebut sudah menjadi program prioritas Kemenparekraf sehingga terus mereka dorong agar masing-masing desa wisata ini bisa bangkit setelah beberapa tahun terdampak pandemi COVID-19.

"Mereka bisa mengajukan bantuan dari dana desa atau DD masing-masing, karena sekarang dana yang dimiliki Pemkab Rejang Lebong sangat terbatas," ujar Budianto.

Paket isata 

Untuk memancing minat pengunjung datang obyek wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong salah satunya ialah obyek wisata Air Terjun Tri Sakti di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi dengan menyiapkan paket wisata, setiap pengunjung yang datang akan diberikan kemudahan guna menikmati keindahan air terjun unik tersebut.

"Saat ini kita sudah menyiapkan paket wisata senilai Rp150.000 per orang per hari dengan layanan berupa antar jemput dari desa menuju lokasi air terjun, jamuan minum kopi di rumah inovasi, makan siang, bermain canyoning dan eko wisata ke rumah pengelolaan nira," kata Soleh Parulian manajer BUMDes Belitar Seberang (Belirang).

Para pengunjung yang akan mengunjungi Air Terjun Tri Sakti, akan dimanjakan dengan layanan antar jemput ke lokasi wisata yang berjarak sekitar 2 KM dari desa menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi, mengingat jalur yang dilewati masih berbentuk tanah dan bebatuan serta tebing terjal. Namun pengunjung tidak perlu takut karena pengemudinya sudah handal dan menguasai medan.

Selain itu, mereka ini nantinya juga bisa menikmati permainan canyoning yakni turun dari atas air terjun hingga ke dasar dengan ketinggian 86 meter dengan menggunakan peralatan panjat tebing. Para pengunjung ini akan dipandu tenaga ahli sehingga bisa menuruni air terjun.

"Pengunjung yang membeli paket ini juga bisa melihat aktivitas pengolahan air nira hingga menjadi gula aren, mereka ini akan melihat proses penyadapan hingga memasaknya. Pengunjung ini bisa menikmati langsung air nira yang disadap dari batangnya," urai Soleh.

Paket wisata yang disiapkan BUMDes Belirang tersebut merupakan konsep pengelolaan wisata modern yang mereka dapatkan saat mengikuti pelatihan desa wisata oleh Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) berupa pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada akhir 2020 lalu.

Desa Belitar Seberang itu sendiri sudah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Rejang Lebong pada awal 2021 lalu dan mulai sekarang mendapatkan penyertaan modal melalui BUMDes setempat sebesar Rp25 juta.

"Penyertaan modal dari dana desa yang kami terima ini dialokasikan untuk pembuatan gazebo, mushola, WC dan kantin. Kita juga masih mencoba mengajukan bantuan untuk pengembangan obyek wisata Air Terjun Tri Sakti ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dilakukan pengembangan," ujarnya.

Perhatian pemerintah ini sangat penting karena jika hanya mengandalkan dana desa maka sulit dilaksanakan mengingat anggarannya terbatas dan anggaran yang dibutuhkan cukup besar terutama pembangunan jalan menuju lokasi dari desa mereka sekitar 2 KM.

Jalanan menuju ke lokasi wisata itu saat ini masih berbentuk jalanan tanah dan bebatuan menyusuri tebing, sehingga jika turun hujan sulit dilalui, di mana jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi sekitar 30 menit dan jika berjalan kaki sekitar 1 jam perjalanan.

Potensi pariwisata yang dikembangkan sejumlah desa wisata di Kabupaten Rejang Lebong saat ini merupakan hal yang positif guna menghidupkan ekonomi kerakyatan dari pinggiran. Agar keberadaan desa wisata ini tetap eksis dan menjadi destinasi wisata unggulan harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

 Sumber: ANTARA

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR