ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Yuk Intip, Misteri Desa tanpa Kasur di Sleman

Senin , 19 Agustus 2019 | 13:38
Yuk Intip, Misteri Desa tanpa Kasur di Sleman
Warga Desa Kasuran ini unik karena penduduknya tidak ada yang tidur beralas kasur. (anehdunia.com)

SALAH satu cerita misteri yang cukup unik untuk disimak yang ada di Yogyakarta adalah adanya Desa Kasuran. Nama desa ini unik karena penduduknya tidak ada yang tidur beralas kasur. Tentu, misteri desa tanpa kasur ada penyebabnya.

Desa Kasuran adalah salah satu dusun yang yang ada di Desa Margodadi, Kecamatan Sayegan, Sleman. Sepintas memang tidak berbeda dengan dusun yang lain, tapi satu hal yang membedakan adalah mayoritas penduduknya tidak tidur diatas kasur.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun sejak jaman nenek moyang, dan tidak hanya ditaati oleh orang-orang yang udah sepuh, tapi juga para kaum muda dan anak-anak. Mayoritas warga tidur hanya beralaskan tikar atau dipan yang tidak ada kasurnya.

Kebiasaan ini tentunya bukan tanpa alasan, mitos turun-temurun aturan agar warganya tidak tidur diatas kasur merupakan perintah dari Sunan Kalijaga. Dusun ini dulunya memang pernah disinggahi Sunan Kalijaga ketika melakukan perjalanan untuk menyebarkan agama Islam. Sunan Kalijaga berjalan dari Godean menuju arah utara, antara lain melewati Dusun Grogol dan Tuksibeduk. Sampai di Kasuran sekitar pukul 13.00-14.00 Sunan Kalijaga merasa sangat lelah. Kemudian dia meminta salah satu warga agar menggelarkan kasur untuk istirahat.

Ketika akan melanjutkan perjalanan, Sunan Kalijaga berpesan agar warga jangan sekali-kali tidur diatas kasur. Pesan tersebut masih dilaksanakan sampe sekarang, bukan hanya buat penduduk asli tapi juga buat penduduk baru.

Kasur dan Kutukan
Lalu bagaimana jika dilanggar? Menurut penduduk setempat biasanya akan terjadi hal-hal yang aneh. Seperti yang terjadi pada 11 orang mahasiswa KKN di daerah ini, sebelumnya mereka telah diberitahu tentang peraturan tidak tertulis yang dipercaya masyarakat, tapi tidak diketahui apakah mereka benar-benar percaya atau hanya manggut-manggut tapi dalam hati menolak. Alhasil menjelang tengah malam 4 orang mahasiswa teriak histeris, teman-temannya mengira 4 orang ini masuk angin, setelah dipanggilkan dokter kondisi mereka tetap sama, setelah dipanggilkan sesepuh barulah mereka bisa tenang.

Kisah lain, salah satu warga Kasuran menidurkan anaknya yang masih kecil di atas kasur. Tanpa diketahui sebabnya anak tersebut tiba-tiba mengalami panas tinggi, menangis dan berteriak tanpa sebab yang jelas, setelah ditidurkan di ‘jogan’ (lantai) barulah anak tersebut berhenti menangis.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan dusun Kasuran. Memang, ada kepercayaan menurun yang melekat pada batin penduduk desa setempat tentang hal tersebut. Penduduk di sana sudah terbiasa tidur dengan alas dipan kayu ataupun hanya tikar dan segelintir saja yang menggunakan kasur busa. Ada kepercayaan penduduk untuk tidak menggunakan kasur kapuk untuk alas tidur.

Kepercayaan hingga muncul sebutan misteri desa tanpa kasur ini muncul karena adanya ketakutan yang mungkin dianggap adanya kutukan di desa, untuk siapa saja yang tidur dengan alas kasur kapuk. Dahulu, memang ada beberapa orang yang tidur dengan alas kasur kapuk namun kehidupan warga tersebut sangat menderita.

Menurut kabar yang beredar, warga yang secara sengaja melanggar apa yang sudah menjadi kepercayaan di desa tersebut tidak bisa terhindar dari mara bahaya. Ada banyak contoh kasus yang terjadi dan penderitaan warga yang membuat warga lain merasa was-was dan ketakutan. Dulu, ada warga yang tidak mengindahkan kepercayaan ini dan ia tetap tidur dengan kasur kapuk. Efek yang mereka dapatkan pun bermacam. Warga yang tidak percaya tersebut ada yang buta, gila bahkan hingga meninggal.

Tentu saja, kejadian yang muncul tersebut membuat bulu kuduk warga sekitar menjadi merinding. Mereka yang selamat pun memilih bertahan dengan kepercayaan mereka selama berpuluh tahun hingga desa mereka terkenal dengan sebutan desa tanpa kasur seperti sekarang ini.

Ada cerita lain yang juga perlu di simak yang muncul di tengah masyarakat dusun Kasuran tersebut. Dulu, pernah ada seorang bidan pindahan yang menempati rumah di dusun tersebut. Untuk pemeriksaannya, ia menggunakan kasur kapuk. Naas, kehidupannya sangat menderita. Kedua anaknya selalu bertengkar dan hampir saling membunuh. Ketika itu, ada sesepuh adat datang dan menjelaskan perihal kepercayaan di desa tersebut. Ketika kasur kapuk dibuang, anehnya kedua anak tersebut menjadi rukun. |Berbagai sumber|

Editor : Farida Denura
KOMENTAR