ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Ada 1.902 Desa yang Berpotensi Jadi Desa Wisata

Kamis , 10 Januari 2019 | 06:54
Ada 1.902 Desa yang Berpotensi Jadi Desa Wisata
Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat menjadi narasumber pada kegiatan UI Goverment-Industri Expo (I-Gov UI Expo) beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Kemendes PDTT)

JAKARTA, ARAHDESA.COM - Setidaknya ada 1.902 desa yang teridentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata yang bakal memiliki pertumbuhan nilai ekonomi lebih cepat dibandingkan dengan desa-desa lain.

Karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak Perguruan Tinggi untuk turut aktif membangun desa. Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan, setidaknya ada empat potensi kerja sama antara Perguruan Tinggi dengan Kemendes PDTT terkait pembangunan desa

Pertama, adalah pengelolaan potensi desa. "Kita ada program inovasi desa. Program inovasi desa ini merupakan program pengembangan ekonomi desa dengan memberikan insentif-insentif salah satunya terkait pengembagan desa-desa wisata," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa novasi desa ini bisa dikembangkan dan akan menyebabkan percepatan pembangunan desa akan terwujud. Yang Kedua, adalah pengembangan SDM. "Kami menggagas pendidikan akademi desa 4.0. Kami memberikan didikan kepada masyarakat desa sesuai kebutuhan," katanya.

Program ketiga, adalah ikut serta mendorong adanya unit usaha. "Perguruan tinggi banyak memiliki teknologi-teknologi yang sudah dihasilkan dan perdesaan membutuhkan itu," ucapnya.

Ia berharap, Teknologi Tepat Guna (TTG) yang ada di perguruan tinggi bisa dibawa/diterapkan ke desa.

Keempat, adalah pengembangan ekonomi desa. " poin keempat ini memerlukan pendampingan, seperti contohnya konsep digital farming. Itu bisa menjembatani antara dunia usaha dengan para petani," ungkap Anwar saat menjadi narasumber pada kegiatan UI Goverment-Industri Expo (I-Gov UI Expo) beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, dari 74.957 desa saat ini, banyak potensi untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi perdesaan serta memiliki nilai tambah ekonomi salah satunya pengembangan desa wisata. Terdapat 1.902 desa memiliki potensi desa wisata atau basis wisata yang bisa diangkat menjadi model-model desa wisata yang memiliki nilai ekonomi lebih cepat dibandingkan dengan desa-desa lain.

Selain itu, Kemendes PDTT juga memiliki empat program prioritas untuk percepatan pembangunan desa menuju kemandirian bangsa, yaitu, produk unggulan kawasan perdesaan (prukades), kemudian ada keterlibatan badan usaha yang disebut BUMDes. Ada kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dengan potensi investasi. Empat program prioritas ini dinilai mampu mengakselerasi pembangunan di desa.

Anwar berharap, kolaborasi dan sinergitas antarsektor akan terus dilakukan karena dinilai sangat penting untuk akselerasi pembangunan menuju kemandirian bangsa.

Menurut dia, beberapa hal harus dilakukan, yaitu bagaimana mengefektifkan seluruh kementerian-kementerian yang memiliki kegiatan yang fokusnya pembangunan desa.

Kedua, bagaimana memberikan peran yang cukuf efektif kepada pemerintah daerah. Ketiga, peran perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah bagian dari masyarakat yang memiliki intelektual dan sumber daya. Keempat, peran swasta dalam menggerakan ekonomi.

"Saya harap Kemandirian bangsa ini bisa ditopang dengan kemandirian dari perdesaan. Jika desa bisa membangun, desa bisa mandiri maka bangsa ini bisa mandiri. Dan kita ingin perguruan tinggi jadi bagian penting untuk mewujudkannya," katanya optimistis.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR