ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Berkat Ini, Pariwisata Desa Pagerharjo Kian Menggeliat

Kamis , 10 Januari 2019 | 06:40
Berkat Ini, Pariwisata Desa Pagerharjo Kian Menggeliat
Perkebunan yang terletak di Pegunungan Manoreh 1.000 meter di atas permukaan laut itu menawarkan pemandangan indah dan suasana santai yang bisa merilekskan pikiran. (Foto: Dok Kemendes PDTT)

JAKARTA, ARAHDESA.COM - Desa Pagerhajo punya perkebunan teh cantik yang terletak di Dusun Nglinggo, sekitar 1,5 jam dari pusat kota Yogyakarta. Perkebunan yang terletak di Pegunungan Manoreh 1.000 meter di atas permukaan laut itu menawarkan pemandangan indah dan suasana santai yang bisa merilekskan pikiran.

Di sekitar kawasan desa wisata itu juga bisa dijumpai beberapa atraksi menarik mulai dari menyusuri hutan pinus hingga off road. Tidak lama lagi fasilitas di seputar perkebunan akan kian lengkap. Dengan dana desa, masyarakat memutuskan akan membangun rest area, plus tempat bersantai dan tempat penjualan oleh-oleh dan produk masyarakat Desa Pagerharjo.

“Kita akan bangun tempat yang bisa menampung produk masyarakat. Wisatawan yang datang untuk bersantai bisa sekaligus berbelanja produk-produk lokal untuk oleh-oleh,” papar Widayat, kepala Desa Pagerharjo.

Dana desa, tutur Widayat, sudah banyak membantu mengentaskan kemiskinan di desa yang terletak di Bukit Manoreh itu.

Ekonomi masyarakat sempat jatuh, seiring dengan merosotnya harga cengkih. Banyak pengangguran dan banyak warga yang terlilit hutang untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. “Dana desa membuat kami kembali memiliki harapan. Kami adakan latihan-latihan untuk menciptakan inovasi produk mulai dari keripik hingga gula aren yang dikemas menarik.”

Selain itu, masyarakat juga mulai beralih ke budidaya jenis tanaman lain seperti tomat, seledri, cabai, dsb. “Dulu ibu-ibu mengeluh karena terlilit utang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Tapi sekarang kondisi sudah mebaik,” terang Ketua KWT Kelompok Madu Lestari.

Untuk membantu pemasaran produk olahan dan pertanian warga, dana desa juga disepakati untuk membangun pasar tradisional dan kios-kios. Di tempat itu, warga bisa mendapat pasar lebih luas, termasuk dari kalangan wisatawan.

“Sekarang kami punya cita-cita, bukan hanya membedah Manoreh, tetapi juga membedah hati dan semangat supaya bisa menjadi desa mandiri,” pungkas Widayat.

Sumber: arahdestinasi.com

Editor : Farida Denura
KOMENTAR